Saya senang menyambut sore atau waktu menjelang senja, bukan sekedar karena untuk berbuka puasa. tapi waktu sore adalah waktu di mana saya bisa semaksimal mungkin mengesampingkan rasa penat dan bosan meskipun di waktu lain saya juga harus menghadirkannya lagi. Biar bisa segera lulus...hehehe
Sore waktu yang benar-benar saya harapkan kehadirannya, bahkan untuk menyambutnya saya selalu mempersiapkan dengan sebaiknya-baiknya "Mau ngapain sore ini? Kemana?" Ya, layaknya dating mungkin.
Saya baru sadar setelah sebuah pesan mampir di inbox "Mumpung masih pagi, belum lemes, fokus ke skripsi dulu, pekerjaan lain ditinggalin dulu, refreshingnya agak sore-sore aja." Sejak menerima pesan singkat itu, saya selalu mempersiapkan menyambut sore. Saya flashback waktu-waktu sore saya selama satu semester ini ternyata menyenangkan. Bulan Februari-Maret awal-awal semester yang tidak lagi muda, sore terisi dengan keluarga di H39. April-Mei-Juni menyambut sore dengan adik-adik TPA desa Tersan Gede Mandiri Kecamatan Salam Kabupaten Magelang atau menikmati jalanan menuju Desa tersan Gede. Benar-benar suasana desa, meskipun saya juga tinggal di desa tapi suasana di tempat saya tinggal sudah bukan suasana desa. Menghabiskan sore bersama adik-adik TPA, nyanyi di depan mushalla, mendengarkan cerita dan mengaji. Tak lupa menyenyikan lagu yang dicipta sendiri melodinya oleh seorang sahabat. Pertengahan Juni-pertengahan Juli hampir setiap sore habis untuk menikmati Jogja, mengeksplore-nya. Dan sore di bulan Ramadlan ini tentunya habis untuk mengesampingkan penat. Alhamdulillah, sejak ada Eyos jadi tak sendirian lagi... ^^
Ini cerita waktu-waktu soreku, apa cerita waktu soremu?
*foto-foto menyusul ya...

Selasa, 07 Agustus 2012
Jumat, 20 April 2012
Good Guides
Original Captured by Cindi |
Memiliki kampung halaman baru adalah 'sesuatu'. Memiliki keluarga, tetangga, saudara, dan spesial memiliki "anak-anak" yang tidak sedikit dengan segala polah dan pemikiran mereka. Sebuah desa yang tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan, bising kendaraan, yang hadir adalah serangkaian musik alam yang menghadirkan kenyamanan, ketenangan bahkan menyulut kerinduan. Teringat pada anak-anak yang hadir dengan banyak tingkah dan polah. Kami berkenalan di sebuah mushalla yang sangat sederhana, fasilitas seadanya tapi semangat mereka mengalahkan semua kesederhanaan dan menyajikannya dalam bentuk kemewahan.
Malu-malu, kami saling bertanya dan mengingat nama. Melantunkan asmaul husna, mereka menjadi pengajar, kami jadi pendengar. Saling belajar. Meskipun mereka nakal, mereka tetaplah anak-anak yang masih bisa dibina dan diarahkan serta dibiasakan pada kebaikan.
Anak-anak itu pemandu yang baik, baru diawal perjumpaan, mereka menawarkan 'objek wisata' kepada kami. Mengajak kami berkenalan pada alam tempat mereka tumbuh dan bertegur sapa kepada tiap orang yang kami jumpai meskipun belum mengenalnya, sesuatu yang jarang dilakukan di perkotaan.
Di sepanjang perjalanan kami bernyanyi, menyanyikan lagu yang baru sehari dilaunching khusus untuk mereka ^^. Senangnya mendengarkan mereka bernyanyi, terasa ringan dan menyenangkan.
Original Captured by Yorki |
Minggu, 01 April 2012
Wajah Indonesia
![]() | |
Pantai Siung, Gunung Kidul Jogjakarta (captured by: Cindi) |
![]() |
(captured by: Cindi) |
Menyisih ke pinggiran Jogja menilik Indonesia dari Gunung Kidul Jogjakarta, hanya ingin bertanya pada Indonesia bagaimana keadaannya. Indonesia masih memiliki pesona yang tak kalah dengan 'kawan-kawannya' di dunia. Pemilik pesona bahari yang cantik. Debur ombak dan sebuah triakan tak terlupakan "Kami mencintaimu Indonesia dan kami akan belajar merawatmu", merawat melalui bidang yang kami tekuni.
![]() |
Foto dari Tebing |
Terimakasih telah membawaku ke pantai, merapati negri dari bahari untuk meletupkan rasa bangga dan memeriksa bahwa aku masih memilki kebanggaan ini sebagai anak negri.
Langganan:
Postingan (Atom)